Kategori: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Seleksi Tes CAT TIU TKP TWK Kota Singkawang

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 Kota Singkawang dilaksanakan pada tanggal 15 s/d 17 November 2018 di gedung SMKN 2 Jalan Bambang Ismoyo Singkawang.

kota singkawang

Simulasi CAT SKD SINGKAWANG – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNSD Kota Singkawang akan dilaksanakan dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) pada Tanggal 15 hingga 17 November 2018 bertempat di SMKN 2 Jalan Bambang Ismoyo Singkawang.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Singkawang, Juandi mengatakan, persiapan tes CPNS sudah 90 persen.

Baca: Wah! Bintang Timnas U-16 Ini Akan Hadiri Pembukaan Liga Gocek Seri Sambas

Baca: Pengamat Pendidikan Singkawang Nilai OC Day Sangat Baik

“Semua fasilitas sudah kita siapkan di SMK,” katanya, Sabtu (3/11/2018).

Tes akan menggunakan laboratorium milik SMK. Segala persiapan sudah dilakukan baik kebutuhan sarana prasarana di kelas dan listrik dengan meminta izin PLN supaya tidak terjadi pemadaman.

Tahap selanjutnya tinggal menunggu dari pusat akan meninjau untuk persiapan itu sebelum kegiatan berlangsung.

Kemungkinan pusat akan datang 2 hari sebelum kegiatan karena akan menyiapkan alat-alatnya.

Ia berpesan agar para peserta belajar dan mengevaluasi kawan-kawan di daerah lain serta datang lebih awal.

“Apalagi bila peserta berasal dari luar daerah, satu hari sebelum tes harus sudah datang untuk meninjau lokasi agar tidak nyasar,” pesannya.

Sumber berita:
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Persiapan Tes CPNS Singkawang Capai 90 Persen, http://pontianak.tribunnews.com/2018/11/03/persiapan-tes-cpns-singkawang-capai-90-persen.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari

Pelaksanaan SKD CPNS Kab Bekasi tgl 4s/d5 November 2018

Lowongan Penerimaan Pendaftaran CPNS 2018 Kab Bekasi bersaing 2412 Pelamar, Kuota yang disediakan pemerintah kabupaten Bekasi sebanyak 356 Formasi

kab bekasi

Formasi CPNS Kab bekasi 2018 – Sebanyak 2412 orang akan mengikuti ujian seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun 2018. Untuk pelaksanaan seleksi Kompetensi Dasar dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) bertempat di Universitas Telkom Bandung tanggal 4 s/d 5 November 2018.

“Pelaksanaan CAT SKD CPNS 2018 akan berlangsung selama dua hari tanggal 4 dan 5 November 2018 bertempat di Universitas Telkom, Kabupaten Bandung,” ujar Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan ASN pada Badan Pendidikan Pelatihan Kepegawaian Daerah (BPPKD) Kabupaten Bekasi, Agus Budiono saat diwawancarai, Senin (29/10/2018).

Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 hanya mendapatkan kuota formasi sebanyak 356 dengan rincian sebanyak; Kategori formasi : eks tenaga honorer kategori II, kemudian lulusan terbaik (cumlaude), lalu ada disabilitas dan umum.

Jumlah pelamar yang mendaftarkan diri melalui website resmi sebanyak : 3973 pelamar yang di buka sejak 28 september dan di tutup tanggal 15 oktober 2018, namun setelah dilakukan verifikasi berkas pelamar yang masuk dalam data base dan di nyatakan lulus seleksi administrasi: 2412 orang, Dan yang tidak lulus seleksi Administrasi: 1561 orang.

“Yang melamar melalui Website resmi sebanyak 3973, namun setelah di lakukan verifikasi berkas yang dinyatakan lulus sebanyak 2412 dan tidak lulus 1561,”katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, menurutnya, sangat berharap proses seleksi penerimaan CPNS bisa berjalan dengan lancar dari mulai tahapan hingga ujian berbasis CAT yang akan diadakan tanggal 4 dan 5 November 2018 mendatang.

“Pokoknya semua tahapan kita jalankan sesuai ketentuan yang berlaku dan berharap menghasilkan calon pegawai yang kompeten untuk ditempatkan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Bam/Diens).

sumber berita:
http://www.memoonline.co.id/read/2511/20181031/205007/wow–2412-peserta-cpns-di-bakal-bersaing-berebut-kuota-formasi/

Batas Usia Lowongan CPNS Guru Tidak Tetap (GTT) 2018

Penerimaan Lowongan CPNS 2018 Guru Tidak Tetap (GTT) dibatasi hingga batas usia 35 Tahun

gtt

Batas Usia CPNS 2018 – Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Jember menuntut Pemerintah tidak membatasi usia sebagai syarat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) membuka seleksi CPNS dengan batas usia sampai 35 Tahun.

Kemeriahan HUT ke-3 TIMES Indonesia [ADV] Peringati Sumpah Pemuda, Siswa SDN 1 Beji Berbusana Adat
Ribuan GTT di Jember Tuntut Pemerintah Tak Batasi Usia Seleksi CPNS
Anwar Ibrahim Ikuti Sidang Doktor HC, Megawati Dijadwalkan Beri Testimoni
Mahasiswa UB Sabet Emas Kompetisi Internasional IUFoST
“Ada ribuan GTT PTT dan mengabdi puluhan tahun. Mereka kecewa karena aturan Kemenpan RB yang membatasi usia seleksi CPNS 2018,” kata Ketua IKIP PGRI Jember, Supriyono, saat bertemu dengan anggota DPRD Jember, Senin (29/10/2018).

Ia mengatakan ada ribuan GTT PTT di Jember yang usianya kelewat batas atau diatas 35 tahun. Padahal, GTT dan PTT tersebut telah mengabdi menjadi guru honorer bahkan sampai lebih dari 20 tahun. “Harapannya mereka menjadi honorer adalah ingin jadi PNS,” ucapnya.

Supriyono mengatakan Pemerintah Jokowi perlu meniru era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada era SBY, tidak ada batasan dalam rekruitmen CPNS, “Mereka (yang berusia diatas 35 tahun) bisa kok bersaing dan mampu,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi mengatakan DPRD Jember bersepakat jika pemerintah tidak perlu memberikan batasan usia pada seleksi penerimaan CPNS. Menurut dia, pengorbanan GTT dan PTT selama puluhan tahun layak diapresiasi sehingga perlu diberikan kesempatan yang sama.

“Ya mereka ini kan sudah mengabdi puluhan tahun, pasti lebih berpengalaman lah. Kalau ada yang lebih berpengalaman ngapain cari yang baru kan,” ucap Ayub.

Pada saat hearing dengan GTT dan PTT, Ayub melakukan teleconference dengan Wakil Ketua Komisi II Nihayatul Wafiroh. Kepada Nihayah, para GTT menyampaikan aspirasinya terkait pembatasan usia seleksi CPNS 2018. “Kami memang menerima banyak aduan tentang ini. InsyaAllah dalam waktu dekat akan kami panggil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB),” kata Nihayah. (*)

 

Sumber berita:
https://www.timesindonesia.co.id/read/187874/20181029/154414/ribuan-gtt-di-jember-tuntut-pemerintah-tak-batasi-usia-seleksi-cpns/

Batas Nilai Passing Grade Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018

Simulasi CAT CPNS 2018 yang perlu dipelajari pada penerimaan CPNS 2018 Terdiri dari Tes TWK, Tes TIU, Tes TKP

Tes SKD

Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018 – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan CPNS 2018 telah mulai memasuki tahap tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) usai hasil seleksi administrasi CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id.

Dikutip Tribun Jogja dari laman BKN, Kamis (25/10/2018) tahap seleksi CPNS 2018 berbasis komputer tes SKD rencananya akan digelar serentak mulai pekan keempat Oktober 2018.

BKN menyebutkan, rentang waktu pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) antara 26 Oktober hingga 17 November 2018. Pelamar harus mmpersiapkan tes SKD dengan mempelajari contoh soal tes CPNS 2018.

Sementara kepastian jadwal seleksi masing-masing instansi dapat dilihat pelamar dalam situs instansi atau situs sscn.bkn.go.id mulai hari ini, Kamis (25/10/2018).

 

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Lagi Viral, Cara Jawab soal yang Sering Muncul di Tes SKD CPNS 2018

Baca: Tes SKD CPNS 2018 – Aturan Pakaian hingga Barang yang Tak Boleh Dibawa, Jangan Sampai Salah!

 

Untuk lokasi tes SKD, BKN telah memberikan rincian tempat tes di masing-masing provinsi melalui akun Twitternya.

Jika sudah tahu kapan dan di mana tes SKD akan dilaksanakan, maka kesiapan untuk menjawab soal menjadi hal yang penting.

Agar bisa lolos, peserta perlu mencapai ambang batas atau passing grade yang telah ditentukan.

Passing grade bagi peserta tes SKD dari kelompok pelamar jalur umum sama seperti tahun lalu, yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK.

 

Baca: Jelang Tes SKD – Tips Cara Cepat Jawab Soal CPNS 2018 dalam 90 Menit: Kerjakan Soal Ini Lebih Dulu

 

Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem ranking, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya.

SKD 2018

Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70.

Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60.

Setelah tahu passing grade yang perlu dicapai, akan lebih baik peserta mulai mempelajari soal-soal yang biasanya akan muncul dalam tes SKD.

Video Facebook Contoh Soal

Berkaitan dengan hal tersebut, akun Facebook bernama Alvhin Sjahbuddin mengunggah 3 buah video yang berisi contoh soal CPNS dan cara menjawabnya.

Postingan tersebut hingga artikel ini dimuat telah dibagikan hingga 180.929 kali.

Video pertama merupakan contoh soal untuk menemukan hubungan angka.

Soal ini biasanya selalu muncul dalam tiap tes CPNS.

Peserta akan diberikan sederetan angka dengan hubungan tertentu.

Peserta kemudian diminta menemukan hubungan tersebut untuk menentukan besaran angka berikutnya.

Video kedua memberi pelajaran cara menjawab soal sinonim dan antonim kata.

Di video ini, dijelaskan tips menemukan jawaban benar jika kita tidak tahu arti dari kata yang ditanyakan.

Selain dua jenis soal tersebut, ada pula soal cerita matematika dan soal pengetahuan kebangsaan.

Cara menjawab soal dijelaskan secara rinci sehingga bisa membantu pelamar untuk belajar.

Lihat di sini.

Adapun jenis tes SKD yang akan dihadapi peserta Tes CPNS 2018 nantinya adalah :

 

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Batas Nilai Pasing Grade TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI.

Tes tersebut mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

 

2. Tes Inteligensia Umum (TIU)

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi.

Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan.

Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.

Nilai Passing grade TIU CPNS 2018 juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram.

Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan
secara sistematik.

 

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Nilai Passing Grade Soal-soal dalam kelompok soal TKP ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja,
integritas diri, semangat berprestasi.

Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas.

Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.(*)

 

Sumber berita:

http://kaltim.tribunnews.com/2018/10/27/pendaftaran-cpns-2018-contoh-soal-tes-seleksi-kompetensi-dasar-skd-yang-wajib-dipelajari

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Contoh Soal Tes CPNS yang Keluar di Tes SKD Usai Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/10/25/contoh-soal-tes-cpns-yang-keluar-di-tes-skd-usai-seleksi-administrasi-cpns-2018-di-sscnbkngoid?page=all.

 

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Bagikan, Inilah Contoh Soal Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 yang Harus Dipelajari, http://makassar.tribunnews.com/2018/10/27/bagikan-inilah-contoh-soal-tes-seleksi-kompetensi-dasar-skd-cpns-2018-yang-harus-dipelajari?page=all.

 

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Pendaftaran CPNS 2018, Contoh Soal Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang Wajib Dipelajari, http://kaltim.tribunnews.com/2018/10/27/pendaftaran-cpns-2018-contoh-soal-tes-seleksi-kompetensi-dasar-skd-yang-wajib-dipelajari?page=all.
Editor: Januar Alamijaya

215.779 Peserta CPNS Kemenag Lulus Seleksi Administrasi Berkas 2018

Peserta pelamar Lowongan CPNS 2018 Intansi Kementerian Agama (KEMENAG) Sudah lulus Seleksi Administrasi Berkas sebayak 215.779 Orang Peserta.

kemenag 2018

CPNS 2018 Kemenag – Hasil seleksi administrasi CPNS Kemenag 2018 sudah 215.779 peserta dinyatakan lolos. Simak info penting soal pengumuman berikut ini!

TRIBUN-TIMUR.COM 2018 – Berdasarkan data yang terkumpul, Kementerian Agama (Kemenag) menduduki peringkat kedua sebagai instansi terbanyak yang dipilih oleh pelamar pada pendaftaran CPNS 2018 ini.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Agama RI lewat akun resmi Instagram @kemenag_ri pada Rabu (17/10/2018) seperti yang dikutip dari berita Kompas yang tayang pada Kamis, (18/10/2018).

Tahun ini, Kemenag membuka 17.175 formasi untuk CPNS 2018.

Kebutuhan tenaga guru menjadi porsi yang paling besar, yaitu sebanyak 12.000.

Baca: UPDATE CPNS 2018 – Ini Alasan Kementerian Agama Belum Umumkan Hasil Seleksi Administrasi hingga Kini

Maka tak heran jika pengumuman seleksi administrasi CPNS 2018 di Kemenag menjadi informasi yang paling dinanti dan diminati.

Hingga sore rilis pengumuman daftar nama yang lolos seleksi administrasi CPNS 2018 Kemenag memang belum dikeluarkan.

Namun Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan sempat membocorkan jumlah peserta yang sudah dinyatakan lolos.

Jumlah pendaftar untuk formasi yang tersedia di Kemenag sekitar 265 ribuan peserta.

Dari jumlah itu, yang sudah dinyatakan lolos sebanyak 215.779 peserta.

Peserta yang masih ada di tahap verifikasi sebanyak 25.532 orang.

Dan peserta yang sudah dinyatakan tidak lolos sebanyak 23.662 orang.

Selain update status pelamar CPNS 2018 di instansinya, Kemenag juga memberi info soal kapan pengumuman resmi dirilis.

Kemenag telah mengeluarkan surat pengumuman berkaitan dengan informasi hasil seleksi administrasi CPNS 2018.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa hingga saat ini Kemenag masih melakukan proses verifikasi secara online.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung vs PSM Makassar, Siapa yang Menang Besok?

“Satuan Kerja Kementerian Agama, khususnya dengan jumlah pelamar yang banyak masih melakukan proses verifikasi online melalui SSCN BKN,” demikian bunyi poin pertama.

Sementara, di poin kedua disebutkan, daftar nama peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan setelah proses verifikasi online melalui SSCN BKN pada seluruh Satuan Kerja Kementerian Agama dinyatakan selesai.

Adapun pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018 di tubuh Kemenag akan diumumkan melalui dua situs resmi, yakni sscn.bkn.go.id dan www.kemenag.go.id .

Untuk informasi lengkap, peserta diimbau untuk terus memantau dua link di atas.cpns 2018 kemenag

1. Penyuluh Agama Kantor Wilayah Jawa Barat

Formasi penyuluh agama kantor wilayah Jawa Barat menjadi formasi terketat di Kemenag untuk CPNS 2018.

Kemenag hanya mengalokasikan satu formasi dari jabatan ini, sementara banyaknya pelamar adalah 731 orang.

Dengan demikian perbandingannya adalah 1: 731 dan ada 730 pelamar yang akan tersingkir.

Baca: SSCN BKN – Daftar Lengkap Jadwal & Lokasi Tes CAT Seleksi CPNS 2018 di 33 Provinsi di Indonesia

Berdasarkan data dari SSCN, jabatan penyuluh agama membuka kesempatan bagi pelamar dari beberapa program studi, yaitu S-1 Agama Islam, S-1 Bimbingan dan Konseling Islam, S-1 Dakwah, S-1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, S-1 Pendidikan Agama Islam, dan S-1 Ushuluddin.

 

2. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam

Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ditjen Pendidikan Islam menjadi formasi kedua di Kemenag yang mempunyai persaingan ketat.

Pelamar untuk formasi mencapai 623 orang, sementara Kemenag hanya mengalokasikan satu formasi.

Dengan demikian, perbandingannya 1: 623 yang artinya akan ada 622 peserta yang akan tersingkir pada jabatan tersebut.

Informasi dari SSCN, formasi ini membuka peluang untuk program studi S-1 Ekonomi, S-1 Ekonomi Akuntansi, S-1 Ekonomi Syariah, S-1 Manajemen, S-1 Manajemen Pendidikan Islam.

 

3. Penyuluh Agama Kantor Wilayah Aceh

Penyuluh Agama Kantor Wilayah Aceh dipilih sebanyak 491 pelamar CPNS 2018.

Sementara, Kemenag Kantor Wilayah Aceh hanya menyediakan satu formasi untuk jabatan ini.

Dengan demikian, perbandingannya adalah 1: 491 dan akan ada 490 orang yang akan kehilangan kesempatan menjadi ASN pada posisi ini.

4. Guru Bahasa Inggris Ahli Pertama

Kantor Wilayah Jakarta Sebanyak 486 orang melamar untuk formasi guru bahasa inggris ahli pertama kantor wilayah Kemenag DKI Jakarta.

Seluruh pelamar tersebut harus bersaing untuk mendapatkan satu formasi untuk jabatan ini.

Dengan demikian, perbandingannya adalah 1: 486 yang artinya 485 pelamar yang akan gugur.

Berdasarkan data dari SSCN, jabatan ini dapat didaftari dari program studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, S-1 Sastra Inggris, dan S-1 Tadris Bahasa Inggris.

 

5. Penyuluh Agama Kantor Wilayah DKI Jakarta

Sebanyak 452 orang melamar di jabatan penyuluh agama kantor wilayah DKI Jakarta.

Sementara, alokasi untuk jabatan ini hanyalah satu formasi. Dengan demikian, perbandingannya adalah 1: 452 dan 451 orang akan tersingkir.

 

Link pengumuman hasil seleksi Administrasi CPNS 2018 Kemenag kami bagikan dari link sumbernya dibawah ini:

(TribunStyle.com/Galuh Palupi)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Sudah 215.779 Peserta Lolos Seleksi Administrasi Berkas CPNS Kemenag, Link Pengumuman, Cek Namamu!, http://makassar.tribunnews.com/2018/10/23/sudah-215779-peserta-lolos-seleksi-administrasi-berkas-cpns-kemenag-link-pengumuman-cek-namamu?page=4.

Editor: Ilham Arsyam

Pendaftaran CPNS Kaltara | Passing Grade SKD SKB

Pendaftaran CPNS Kaltara Penerimaan CPNS Kaltara Seleksi CPNS Kaltara Materi Soal CAT CPNS Kaltara Passing Grade CPNS Kaltara Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kaltara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kaltara

pendaftaran cpns kaltara

PENDAFTARAN CPNS KALTARA – Meskipun seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk Pemerintah Provinsi Kaltara belum ada kepastian dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Namun, Kemenpan-RB memberikan informasi terkait teknis pelaksanaan menyangkut seleksi. Yang menjadi poin dalam teknis yakni pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

 

Untuk pelaksanaan SKD dan SKB CPNS KALTARA tersebut dilakukan berbasis komputer atau computer assisted test (CAT). Kaltara telah mempunyai laboratorium CAT yang berada di Jalan Durian Tanjung Selor, dengan memiliki 90-an unit komputer. Bahkan laboratorium ini sudah dipergunakan saat SKD CPNS 2014, dengan jumlah komputer hanya 50 unit.

 

Dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Muhammad Ishak, poin teknis yang disematkan Kementerian PAN-RB belum siap SKD dengan sistem CAT CPNS KALTARA. Dapat melaksanakan minimal dua bentuk tes lain, antara lain performance test, psikologi lanjutan, kesehatan jiwa, dan wawancara.

 

“Kita siap laksanakan SKB dengan sistem CAT CPNS KALTARA . Sehingga tidak perlu ada tes bentuk lain seperti yang diminta Kemenpan RB,” ujarnya, belum lama ini.

Bahkan untuk bobot nilai SKD dan SKB pun telah diketahui, 40 persen berbanding 60 persen. Dalam arti, SKB akan lebih banyak menentukan kelulusan dibandingkan nilai SKD.

 

Berdasarkan Permenpan RB Nomor 20 Tahun Tahun 2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017. Menyebutkan bahwa materi seleksi kompetensi bidang ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional, materi jabatan pelaksana ditetapkan oleh instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana.

“Untuk materi seleksi tes CPNS KALTARA sudah siap, tahap selanjutnya dikoordinasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem CAT BKN,” imbuhnya.

 

Selain itu, untuk kriteria jumlah peserta CPNS KALTARA yang bisa mengikuti SKB maksimal tiga kali di masing-masing jabatan. Menyangkut passing grade sejauh ini, lanjut dia, memang belum ditetapkan.

Sejauh ini ada dua opsi, pertama menggunakan kembali passing grade seperti tahun 2014 lalu. Kedua, tetap menggunakan passing grade baru tapi disesuaikan dengan profil aparatur sipil negara (ASN) yang dibutuhkan. Untuk nilai passing grade diberlakukan pada SKD. Dikarenakan, pada 2014 lalu, SKD komponen meliputi tes karakteristik pribadi dengan passing grade 72 persen atau 126 poin.

 

Selanjutnya, komponen tes intelegensia umum sebesar 50 persen atau 75 poin, dan tes wawasan kebangsaan 40 persen atau senilai 70 poin. “Untuk opsi yang kedua, pada pendaftaran CPNS KALTARA kedepannya belum kami ketahui formatnya. Nanti akan disampaikan termasuk passing grade ditentukan Kemenpan RB,” tuntasnya. (uno)

sumber: http://bulungan.prokal.co/read/news/9071-seleksi-skd-belum-siap-dengan-cat.html

Pemerintah Menetapkan Materi Soal Tes SKD CPNS 2017 TWK,TIU,TKP

Penetapan Materi Soal CAT SKD Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Materi Soal SKD

Tips Lulus CPNS 2017 – Warga masyarakat yang berminat mengikuti seleksi CPNS, harus mencermati dan memenuhi syarat-syarat mulai dari pendaftaran serta persyaratan lain yang telah ditetapkan agar lolos seleksi administrasi. Setelah itu, pekerjaan berikutnya adalah mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) yang menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT).

Melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017, pemerintah menetapkan tiga kelompok materi soal SKD. Ketiga kelompok soal dimaksud adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Ingin belajar Latihan Simulasi CAT Materi Soal SKD KLIK DISINI

Kabag Komunikasi Publik Kementerian PANRB Suwardi mengatakan, agar lolos ke tahapan berikutnya, peserta seleksi harus lolos atau ambang batas (passing grade)

yang akan ditetapkan dengan Peraturan Menteri PANRB. Untuk itu, peserta diminta mempersiapkan diri dengan mempelajari sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditetapkan.

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) pilar kebangsaan Indonesia. Empat pilar itu meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Indoensia (NKRI). NKRI in mencakup sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Materi kedua adalah Tes Intelegensi Umum (TIU) yang dimaksudkan untuk menilai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis. Tes ini juga untuk menilai kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi, perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. TIU juga untuk mengetahui kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, dan kemampuan berpikir analitis, yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Adapun Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan. “TKP juga untuk menilai kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain,” imbuh Suwardi.

Belum selesai sampai di situ, sebab untuk lulus tes masih harus mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Ini berbeda dengan seleksi beberapa tahun lalu, yang tidak mengharuskan dilakukan SKB.

Berdasarkan Permen PANRB No 20/2017 terrsebut, materi Seleksi Kompetensi Bidang ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional, sedangkan materi seleksi untuk jabatan pelaksana ditetapkan oleh instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana dimaksud.

Tetapi kalau instansi pembina jabatan fungsional atau instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana belum siap menyusun materi SKB, maka penyusunannya dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian instansi yang melakuan pengadaan CPNS. Materi SKB selanjutnya itu selanjutnya dikoordinasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Suwardi menambahkan, tidak seluruh peserta yang lolos passing grade bisa mengikuti SKB. Jumlah peserta yang dapat mengikuti seleksi kompetensi bidang paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan pada masing-masing jabatan berdasarkan peringkat nilai seleksi kompetensi dasar.

Dijelaskan bahwa SKB dilakukan menggunakan CAT dan dapat ditambah dengan tes lainnya sesuai dengan kebutuhan jabatan. Pelaksanaan CAT menggunakan fasilitas komputer dan penunjang lain yang disiapkan BKN dan/atau menggunakan fasilitas komputer dan penunjang yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dimungkinkan pula menggunakan fasilitas mandiri yang disiapkan oleh instansi di bawah koordinasi BKN.

Bagi instansi yang belum siap untuk melaksanakan seleksi kompetensi bidang menggunakan CAT, dapat melakukan minimal 2 (dua) bentuk tes, antara lain, yaitu tes praktik kerja, dengan materi dan penguji yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan jabatan, dan tes fisik/kesamaptaan, psikologis, kesehatan jiwa, dan wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh Jabatan.

Dalam hal ini, instansi bersangkutnan harus membuat dan menyampaikan panduan kepada PANSELNAS terkait dengan rencana pelaksanaan seleksi kompetensi bidang sebelum pelaksanaan SKD dimulai. “Pengolahan hasil Seleksi Kompetensi Bidang dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yang hasilnya disampaikan ke PANSELNAS dalam bentuk softcopy dan hardcopy,” pungkas Suwardi. (ags/HUMAS MENPANRB)